Selasa, 14 Maret 2017

Pancake Papa di Majalah Bobo

Cerpen Pancake Papa ini dimuat di Majalah Bobo edisi Januari 2017. Dimuat sekitar tanggal 20-an Januari.
Saya suka sekali dengan ilustrasinya. Papa terlihat ganteng tapi sedih, sementara Lionel (si anak) juga tampak bosan.
Sayang, nama ilustrasinya tak kelihatan.


Kamis, 29 Desember 2016

Gadis Mangrove- Cerpen di Majalah Gadis

Cerpen berjudul Gadis Mangrove ini dimuat di majalah Gadis edisi ke-23 bulan November 2016. Cerita selangkapnya bisa dibaca di sini. 





Selasa, 21 Juni 2016

Nulung Tidak Kepentung-Gado-Gado Femina Writer's Club

Naskah gado-gado itu sebetulnya saya kirim dalam rangka mengikuti lomba yang diadakan Femina dan BTPN. Namun, naskah saya tidak berhasil lolos jadi pemenang. Beberapa bulan setelah pemberitahuan bahwa naskah tersebut tidak lolos, tiba-tiba ada teman yang memberi info kalau naskah Nulung Tidak Kepentung ditayangkan di Femina online di bagian Writer's Club.
Honor? Kalau ditayangkan di Writer's Club maka penulis tak mendapat honor. Hanya saja nama kita "mungkin" akan sedikit lebih dikenal.
Kalau mau baca bisa klik link di bawah ini:
http://www.femina.co.id/article-writer/nulung--tidak--kepentung

Pai Gosong untuk Fili-Cerita Pilihan Majalah Bobo



"Pai Gosong untuk Fili"
Cerpen pilihan ini dimuat Bobo di edisi 10, Juni 2016. Dari folder data naskah, cerita ini saya kirim bulan: DESEMBER 2014
Proses penulisan
Waktu itu sepertinya saya masih dapat giliran menjadi PJ untuk kelas cernak di grup PT bareng Mbak Yuniar Khairani. Bingung mau melempar tema apa, akhirnya kami sepakat untuk melempar ide dari foto atau gambar yang kami upload. Teman-teman boleh memilih lebih dari 2 gambar untuk dijadikan ide.
Seperti biasa, saya PJ yang bingungan. Beberapa teman telah berhasil mengeksekusi idenya dan mulai posting. AKhirnya setelah memeras otak, tiba-tiba saya menemukan ide tentang kebiasaan menunda pekerjaan.
Supaya nyambung dengan gambar, saya memiliih jenis dongeng dan memilih gambar salju dan kue.
Sebenarnya itu hanya setting saja, karena idenya justru dari rasa sesal saya.
Mengapa?
Jadi, tahun itu banyak sekali lomba menulis yang digelar. Saya sudah menandai lomba apa saja yang bakal saya ikuti. Sayangnya, tak satu pun lomba yang saya ikuti. Kadang-kadang tahu-tahu DL tinggal sehari, DL hari itu, atau malah DL telah berlalu ‪#‎sungguhterlalu‬
Dalam kegelisahan dan penyesalan juga rasa kecewa itulah ide ini muncul dan jadilah tokoh Ken dengan Pai Gosong untuk Fili, sahabatnya.
Pesan moral: kalau bisa melakukan detik ini kenapa harus nanti?
Eyaaa ... sampai sekarang saya masih suka bergumam "nanti aja, sebentaaaar lagi." ‪#‎pletak‬!

Sabtu, 11 Juni 2016

Seratus Cita-Cita (cerita pilihan majalah Bobo)

BTS Cerpen Seratus Cita-Cita

Ternyata 2 Tahun Itu Tidak Lama, Asal ....

Karena saya pelupa maka saya membuat tabel yang berisi data-data naskah yang sudah saya kirim dan kapan terbit (dimuat), menang, gagal, dan sebagainya.

Untuk job mengedit, saya pisahkan agar mudah dipantau dan tidak campur baur dengan naskah tulisan saya. Isinya ya judul naskah, penulis, lini penerbit, kapan order datang, kapan setor, sudah dibayar atau belum (yang ini mulai malas mencatat karena malas cek saldo), kapan bukti terbit dikirim.

Ketika cerpen anak "Seratus Cita-Cita" ini dimuat Bobo di edisi 8, Juni 2016, saya agak kaget karena saya hampir yakin naskah itu tidak dimuat. Mengapa? Karena naskah yang saya kirim lebih akhir sudah dimuat. Bahkan, saya kepikiran memasukkan naskah tersebut dalam antologi buku cerita anak di sebuah penerbit. Syukurlah niat itu saya urungkan, karena saya pikir "ah, kayak nggak punya ide lain aja." *gayaaa fufufufu ....

Nah, setelah melihat folder DATA NASKAH, saya takjub sendiri. Ternyata, naskah "Seratus Cita-Cita" ini saya kirim pada
bulan: JANUARI 2014

Masya Allah 2 tahun sudah naskah itu akhirnya menemukan jodohnya. Alhamdulillah, karena 2 tahun itu tidak terasa lama sebab seperti tips yang selalu digaungkan oleh para penulis bijak "tulis-kirim-lupakan. Tulis yang lain-kirim-lupakan ...."

Bagaimana proses menulis naskah ini? Lebih keren lagi *ditoyor.
Saat anak saya disuruh membuat daftar cita-cita oleh gurunya, tiba-tiba ide itu muncul. Namun, ide itu belum berhasil saya eksekusi. Hingga suatu hari, saya dapat giliran jadi PJ di kelas Penulis Tangguh. Saya melempar tema "Cita-Cita" (PJ yang curang).
Semua anggota setor, kecuali sang PJ yang ternyata tetap belum berhasil mengeksekusi idenya dengan baik. Akhirnya naskah itu masuk ke folder "CERPEN SETENGAN JADI".
Suatu hari, entah bagaimana Allah memberi saya ide dan kemampuan untuk menyelesaikannya. Dan alhamdulillah selesailah ide itu menjadi cerita lengkap.

Catatan: jeda antara menemukan ide dan mengirim naskah ini lamaaa sekali, karena baru berhasil mengeksekusinya, hingga berbulan-bulan.

*WARNING: jangan ditiru karena ini bukan perbuatan baik :D

Demikianlah kisah di balik cerita pilihan Bobo kali ini. Cerpen anak yang "hanya" 2 halaman tetapi melalui proses yang lumayan rumit dan panjang.

Pesan moral:
1. simpan ide baik-baik, jangan sampai hilang
2. jangan galau kalau tidak bisa mengeksekusi dengan cepat, karena kemampuan masing-masing orang berbeda
3. Terus semangat mencari ide baru dan menulis lalu kirim dan lupakan
4. Sering-sering menengok ide yang belum tereksekusi, supaya bisa jadi naskah keren.
5. Sabar
6. Sabar
7. Sabar
xoxoxoxoxoxo ....